Akselerasi Transformasi Digital di Masa Pandemi

  • Iwan
  • Mar 10, 2022

Bekerja.id – Pandemi COVID-19 telah membawa dampak yang sangat signifikan dalam berbagai sektor-sektor penting negara-negara di belahan dunia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, sektor yang paling terdampak dari pandemic ini adalah sektor ekonomi.

Sejak Indonesia dilanda pandemic COVID-19 pada pertengahan bulan April tahun 2020 yang lalu, perekonomian Indonesia mengalami penurunan yang sangat drastis. Hal ini ditandai dengan adanya pelambatan ekonomi yang terjadi pada hamper semua sektor ekonomi. Terutama sektor-sektor yang mengandalkan aktivitasnya pada mobilitas barang, jasa, hiburan, industri MICE, pariwisata, transportasi dan sejenisnya.

Menurut Eddy Cahyono Sugiarto, selaku Kepala Biro Humas Kemensetneg, menjelaskan bahwa, “Kondisi pelambatan ekonomi yang terjadi di negara Indonesia akibat dari pandemic COVID-19, indikator awalnya sudah mulai terlihat pada kuartal I-2020. Di masa itu, pertumbuhan ekonomi RI hanya tumbuh sebesar 2,97 persen. Jika dibandingkan dengan kuartal I-2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka, -0,74 persen.”

Lemahnya perekonomian nasional yang terjadi akibat dari pandemic COVID-19 merupakan hal yang sangat penting dan mendesak untuk segera di atasi. Perekonomian sebagai sektor vital negara, harus menjadi perhatian utama dan segera mendapatkan solusi terbaik.

Akselerasi Transformasi Digital di Masa Pandemi Sebagai Solusi Pemulihan Ekonomi Nasional

Apa itu transformasi digital?

Transformasi digital merupakan proses luar biasa yang memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan pengalaman baru dari luar. Pengalaman baru tersebut meliputi nilai-nilai baru yang didapatkan oleh konsumsen atau pelanggan, seperti kemudahan melakukan transaksi, berbelanja, berkomunikasi, dan lain sebagainya.

Transformasi digital juga dapat dikatakan sebagai proses evolusi yang bertumpu pada kemampuan yang dimiliki dan teknologi digital untuk menciptakan atau mengubah bisnis, proses operasional dan pengalaman pelanggan, sehingga menimbulkan nilai baru bagi brand bisnis.

Pandemi COVID-19 telah memberikan banyak dampak dan perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat. Adanya pandemi juga menjadi momentum besar yang mengubah gaya hidup masyarakat dalam pemanfaatan teknologi digital. Meningkatnya pemanfaatan digital menjadi terobosan yang menarik bagi masyarakat untuk mengatasi pelemahan ekonomi.

Peluang membangkitkan ekonomi melalui pemanfaatan akselerasi transformasi digital di masa pandemi terus digelorakan. Akselerasi transformasi digital di masa pandemi telah mengubah secara structural cara kerja, cara beraktivitas, cara berinteraksi, cara berkonsumsi, dan cara bertransaksi, yang semula dilakukan secara offline beralih ke aktivitas digital atau online.

Akselerasi transformasi digital di masa pandemi sebagai wujud pemulihan ekonomi merupakan hal yang sangat penting dan mendesak bagi seluruh elemen masyarakat. Dengan keadaan perekonomian dan keuangan negara yang mengalami penurunan drastis, hal ini menjadi momentum baru yang digelorakan masyarakat agar stabilitas perekonomian negara lebih baik lagi.

Menurut Airlangga Hartanto, selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, ia menyebutkan bahwa “Akselerasi transormasi digital di masa pandemic menjadi salah satu strategi dan motovasi bagi Indonesia untuk kembali membangkitkan stabilitas perekonomiannya.”

Tujuan Akselerasi Transformasi Digital di Masa Pandemi

Tujuan utama dari proses akselerasi transformasi digital di masa pandemi adalah sebagai persiapan bagi masyarakat untuk menghadapi problematika ekonomi yang ada dengan memanfaatkan teknologi digital. Artinya bahwa seluruh elemen masyarakat atau pelaku bisnis harus siap untuk memasuki dunia digital dan siap untuk melakukan perubahan sewaktu-waktu.

Berikut ini beberapa tujuan yang ingin dicapai dari adanya proses akselerasi tranformasi digital di masa pandemi sebagai usaha pemulihan stabilitas perekonomian nasional:

  • Mengasilkan inovasi produk yang lebih baik.
  • Mengeksplorasi dan mengembangkan model bisnis baru yang bersifat disruptif.
  • Menghasilkan banyak keuntungan.
  • Meningkatkan saluran distribusi ataupun bisnis yang dimiliki menjadi lebih digital.
  • Mendekatkan diri ke konsumen melalui saluran digital sehingga dapat memahami keinginan konsumen.
  • Meningkatkan kepuasan konsumen dan memicu konsumen untuk Kembali menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.