Amankah Setelah Divaksin, Bertemu Teman dan Keluarga

  • Whatsapp

Bekerja.id, – Pandemi selama setahun melawan virus corona baru, harapan untuk mengakhiri virus ini semakin besar dengan adanya pengembangan vaksin Covid-19. Berbagai negara sudah mulai program vaksinasi.

Di Amerika Serikat, banyak pekerja, perawat kesehatan dan warganya di fasilitasi perawatan serta menerima suntikan vaksinasi Moderna dan Pfizer-BioNTech yang sudah dapat izin pemakaian darurat dari Food and Drug Administration (FDA).

Bacaan Lainnya

Proses vaksinasi masih dilakukan, pemerintah berupaya mempercepat proses distribusi vaksin, khususnya bagi masyarakat yang memiliki usia diatas 65 tahun dan mereka yang memiliki penyakit tinggi serta berisiko tinggi akibat Covid-19.

Kemasan Vaksin Virus Corona (Covid-19)

Dua jenis vaksin tersebut – Moderna dan Pfizer – Sudah terbukti eketif dalam uji klinis tahap akhir dan sejauh ini para pejabat mulai menyampaikan kepercayaan terhadap kemampuan vaksin untuk melindungi orang dari jenis virus baru.

Namun seiring dengan pemberian vaksin yang sudah ditunggu masyarakat, masih ada pertanyaan yang kerap muncul seperti apakah aman jika setelah menerima suntikan vaksinasi kemudian bertemu dengan teman dan keluarga, terutama jika mereka belum divaksinasi?

Jenis vaksin Moderna dan vaksin Pfizer perlu dua dosis, para ahli mengharapkan bahwa vaksinasi ini 90 persen lebih efektiv dalam mencegah terjadinya infeksi virus corona bergejala, kemungkinan dalam seminggu setelah dosis kedua.

Dikutip dari Bisnis.Com Kamis (14/1/2021) Kepala tugas medis dari WebMD menyampaikan bahwa mereka belum menemukan terkait penyebaran infeksi tanpa gejala tersebut. Ia menyampaikan bahwa studi sedang dilakukan, sehingga publik akan tahu jawaban tersebut dalam beberapa waktu yang akan datang.

Berdasarkan hasil data uji klinis pada fase 3 (tiga) peer-review yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine menjelang tahun baru, hasil tersebut menunjukan bahwa vaksin Moderna dapat mengurangi infeksi tanpa gejala sekitar dua per tiga.

Namun data tersebut masih skala kecil. Hal ini membuat para ahli mengatakan bahwa data tersebut belum cukup untuk menilai infeksi tanpa gejala, walaupun sudah ada analisis eksplorasi awal memperlihatkan beberapa tingkat pencegahan bisa diberikan setelah dosis pertama.

Sementara itu, John Whyte menyampaikan ” Menghabiskan waktu dengan orang yang tinggal di luar rumah, masih bisa memiliki risiko setelah menerima vaksin, oleh sebab itu masyarakat harus bisa mengelola risiko terjadinya terinfeksi dengan tindakan lanjutan”, ujarnya dikutip dari FoxNews .

Ia menyampaikan seminggu setelah dosis kedua, risiko tertularnya gejala infeksi tanpa gejala sangat rendah. Namun tidak bisa menghilangkan sepenuhnya risiko terjadinya infeksi yang bisa terjadi karena berbagai alasan.

Pos terkait