Banjir Di Manado Mirip Tsunami?

  • Whatsapp

Bekerja.id, – Banjir yang mirip gelombang tsunami terjadi hari Minggu (17/01/2021) lalu. Banjir terjadi di pesisir pantai Manado, Sulawesi Utara.

Masyarakat yang berada di dekat pantai panik akibat banjir dengan tinggi air 3-4 meter tersebut. Dilansir dari Kompas.com, menurut Ketua Kelompok Nelayan Firdaus, Sonny Broo, gelombang tinggi seperti yang terjadi sore kemarin (17/01/2021) jarang terjadi di sekitar pantai tersebut.

“Seingat saya, sejak 1974, baru sekarang ini yang paling parah,” kata Sonny.

Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Eko Prasetyo menegaskan bahwa gelombang tinggi yang terjadi di pesisir pantai Manado tersebut bukan tsunami. Naiknya air laut yang menyebabkan terjadinya banjir di area pesisir disebabkan karena curah hujan yang tinggi, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Dikutip dari Kompas.com, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya banjir air laut yaitu daerah yang memiliki tekanan udara rendah dan juga peristiwa pasang air laut maksimum,

Menurut Eko, wilayah perairan Sulawesi Utara masih akan terus mengalami gelombang tinggi hingga dua hari mendatang. Hujan lebat yang terjadi akan memperlama proses surutnya air laut. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal disekitar pantai diharap selalu waspada terhadap potensi banjir air laut yang naik ke daratan disertai dengan hujan lebat dan angin kencang.

Pos terkait