Berapa Pendapatan Industri Musik dari Spotify dan Youtube?

  • 3 min read
  • Jun 13, 2021

Bekerja.id – Lahir sejak ribuan tahun yang lalu, sekarang musik menjadi hal penting bagi manusia. Dan dalam dua dekade terakhir ini, industri musik dunia mengalami perubahan yang paling signifikan lewat streaming musik secara online.

Streaming sudah kuasai pendapatan industri musik hingga mencapai $11 miliar (Rp 156,1 triliun) yang mendominasi pasar musik tahun 2019. Uniknya, platform Spotify jadi juara dalam hal subscriber berbayar secara global, dengan profit dilansir hingga $130 miliar (Rp 1.844 triliun).

Dengan bermacam saingan yang ada, seperti YouTube Music, Apple Music, Google Play Music, sampai Tencent, Spotify masih tetap jadi yang paling depan. Ini semua karena mode Freemium mereka di mana seorang pemakai dapat dengarkan musik  dengan gratis tapi mereka harus menyaksikan iklan lebih dulu atau bayar untuk subscription tanpa iklan sepanjang 1 bulan.

Tetapi, tidak sekencang itu, Spotify. Memang Spotify adalah platform dengan pengguna terbanyak, tetapi, keuntungan yang dibuat oleh iklan berbayar condong kecil. Bahkan, Taylor Swift dan Adele pernah membuat pergerakan untuk memboikot Spotify karena argumen bayaran yang kecil setiap streaming-nya, dan sempat pernah menarik semua album dari basis itu.

Beberapa waktu setelah CEO dari perusahaan streaming audio Swedia Daniel Ek umumkan Spotify bayar $5 miliar (Rp 70,9 triliun) untuk industri musik di tahun 2020, Global Head of Music YouTube, Lyor Cohen, menjelaskan jika basis itu menyumbang lebih dari $4 miliar (Rp 56,7 triliun) ke kantong beberapa aktris, penulis lagu, dan pemegang hak cipta sepanjang satu tahun akhir.

Cohen menjelaskan jika revenue stream YouTube datang melalui aliran iklan YouTube, dan berlangganan YouTube Music dan YouTube Premium. Perusahaan hasilkan $19,78 miliar atau sama dengan Rp 280,7 triliun dari iklan sepanjang tahun 2020. Youtube membayar sekitaran 20 % dari penghasilan iklannya ke industri musik.

Dengan tujuan YouTube menjadi pemroduksi penghasilan terpenting untuk industri musik dan untuk menolong aktris di seluruh dunia membangun karier membuat musik, Cohen menulis jika perusahaan punya Alfabet ini alami kenaikan anggota berbayar pada Q1 2021 dibanding kuartal-kuartal sebelumnya, bahkan juga semenjak dikeluarkan..

YouTube bayar industri musik sejumlah $3 miliar (Rp 42,57 triliun) pada 2019 kemarin. Cohen menerangkan jika antara penghasilan pendapatan yang paling signifikan, content membuat pengguna di YouTube menyumbangkan lebih dari 30 % dari $4 miliar (Rp 56,7 triliun) yang dibayar ke industri musikdalam 12 bulan terakhir.

Menurut Cohen, video yang didukung fans selalu berkembang cepat di YouTube, membantu aktris menumbuhkan audience mereka dan memecahkan lagu di seluruh dunia.

Cohen memperlihatkan jika YouTube terus menambang sumber pendapatan baru, salah satunya inovasi dalam produk langsung ke penggemar termasuk merchandise, ticket, keanggotaan, dan acara virtual berbayar.

Salah satunya misalnya adalah tayangan live berbayar BLACKPINK, The Show, yang mencatat bahwa acara terbatas YouTube menjual nyaris 280.000 channel membership di 81 negara dan menolong group itu memperoleh 2,7 juta pelanggan baru ke channel sah mereka.

Martin Mills, pendiri dan ketua dari Beggars Grup, mengacung jempol untuk laporan baru itu. Pertumbuhan YouTube sepanjang tahun ini sudah melebihi seluruh orang dan pasar tersebut, dan sekarang, YouTube sedang diperjalanan untuk memberinya potensi audience yang besar ke industri musik, sama seperti yang ditunjukan oleh angkapendapatan ini.

Paul Pacifico, CEO Federasi Musik Mandiri, memberi komentar jika beberapa angka ini betul-betul menggarisbawahi keutamaan kerja sama YouTube dengan musik. Dapat diketahui jika musik independen benar-benar mencolok di YouTube karena konsumsi di sana didorong oleh fans. Bersamaan bertambahnya nilai yang dibalikkan ke komunitas musik independen dari penjuru dunia, komunitas menyambut baik alat yang makin hebat yang tersedia untuk meningkatkan hubungan antara aktris dan fans dan diharapkan terus bekerja sama dengan team YouTube untuk menolong anggota komunitas untuk mengoptimalkan kekuatan mereka.

Partner yang lain ikut serta termasuk Michael Nash, EVP, strategi digital, di Universal Music Grup. “YouTube dan UMG masih tetap jadi partner yang kuat dengan reputasi peluncuran sejumlah fitur baru yang inovatif bersama-sama,” ucapnya. “Kami berharap terus membangun pekerjaan itu untuk memajukan ketertarikan aktris dan penulis lagu.”

Emmanuel de Buretel, pendiri Because Music, mencatat jika semenjak Because Music menandatangani kontrak dengan YouTube, ia sudah melihat perkembangan yang stabil baik dalam hal penghasilan dan jumlah penonton. Belakangan ini, aktris independen Major Lazer mencapai 3 miliar kali streaming pada video ‘Lean On’ , sebuah contoh yang mengagumkan dari audience global yang dapat dijangkau saat musik indie yang luar biasa dipadukan dengan kemitraan yang kuat antara YouTube, dan tiga mitra indie—Because, Teamwork, dan Mtheory.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published.