Beriklan di TikTok Capai $2 Juta per Hari untuk Spot Iklan Teratas

  • 2 min read
  • Jun 13, 2021

Bekerja.id – Dikutip dari Bloomberg News, aplikasi video berdurasi pendek yakni TikTok, menetapkan lebih dari $1,4 juta untuk memasang iklan di halaman berandanya. Angka itu naik menjadi lebih dari $1,8 juta di kwartal keempat 2020, serta lebih dari $2 juta di hari liburan.

Harga itu mengalami kenaikan yang signifikan jika dibandingkan tahun kemarin. Hal ini disebabkan oleh perubahan pengguna aplikasi TikTok yang cepat. Sekarang, TikTok mempunyai lebih dari 100 juta pemakai aktif bulanan pada Agustus lalu, yang di awal 2018 cuman capai 11 juta pemakai.

TikTok memprediksi jika siapa saja yang beli unit iklan itu bisa hasilkan 109 juta siaran.

Saat ini, bisa dibilang TikTok belum hasilkan uang banyak dari pengguna tersebut. Advertiser belum mendedikasikan mayoritas anggaran video mereka untuk TikTok sama seperti yang mereka lakukan untuk YouTube.

Tetapi, menurut Brian Wieser, Global President dari Grup M, menjelaskan jika hal ini hanya perkara waktu, bahkan Facebook, Instagram, Snap, Pinterest, dan YouTube, semuanya telah melewati masa transisi pertumbuhan pengguna yang serupa, diikuti oleh penjualan iklan.

Sementara itu, bisnis iklan TikTok masih dipandang kurang matang dibandingkan dengan program kompetitor yang semakin besar yakni ByteDance, sebagai salah satu advertiser paling besar di dunia. Tahun kemarin, China mencatatkan pemasaran iklan globalnya sejumlah $20 miliar (Rp 283 triliun) dan diprediksi akan capai $40 miliar (Rp 566 triliun) di tahun ini.

Menurut GrupM, pasar periklanan Amerika Serikat diprediksi akan tumbuh lebih dari 15 persen tahun ini, yang didukung oleh pembukaan kembali bisnis-bisnis yang pernah tutup.

Perusahaan internet seperti TikTok bisa menjadi penerima manfaat paling besar. Bahkan, penjualan Facebook Inc. tumbuh 48 % pada kwartal pertama tahun 2020 ini, sementara YouTube punya Alfabet Inc tumbuh 46 %.

Ada beberapa biaya untuk memasangkan iklan di TikTok. Untuk space iklan pada tampilan Ketika membuka aplikasi, akan menelan biaya lebih dari $2 juta. Disamping itu, bila mensponsori hashtag challenge di TikTok selama tiga hari, advertiser harus bayar $500.000 (Rp 7,1 miliar) – belum terhitung biaya lisensi musik dan konten creator.

Popularitas TikTok di kalangan remaja jadi kendala untuk usaha iklannya. Data memperlihatkan jika sekitaran 45 % pemakai TikTok berumur di bawah 18 tahun, sedangkan beberapa pengiklan kurang berminat untuk berpromosi ke anak di bawah umur dibandingkan pada orang dewasa.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published.