Branding dan Pemasaran untuk Startup

  • Iwan
  • Mar 12, 2022

Bekerja.id – Di era transformasi digital seperti sekarang ini, kegiatan branding dan pemasaran untuk startup adalah dua rangkaian penting dalam perjalanan sebuah bisnis yang harus dilakukan. Dua rangkaian ini memiliki keterkaitan yang kuat dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya.

Branding merupakan kegiatan untuk membuat masyarakat menjadi sadar akan kehadiran brand tersebut, baik berupa produk maupun jasa yang ditawarkannya. Sementara itu, pemasaran atau marketing memiliki peran dalam hal pelaksanaan riset dan pengembangan produk. Hal ini dimaksudkan agar produk yang disediakan oleh pelaku bisnis selalu up to date dan dapat memenuhi kebutuhan pasar yang berubah-ubah.

Sehingga, kegiatan pemasaran tersebut dapat meningkatkan konversi penjualan produk dan meningkatkan laba bagi perusahaan.

Pentingnya Branding dan Pemasaran untuk Startup

Kegiatan branding dan pemasaran antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain tentu tidak sama, tergantung dari ukuran besar kecilnya perusahaan tersebut. Berikut bagaimana pentingnya branding dan pemasaran untuk startup:

1. Pentingnya Branding untuk Startup

Bagi sebuah startup atau perusahaan pemula, branding berfungsi untuk menjahit fundamental bisnisnya terlebih dahulu sebelum bergerak ke pemasaran luar.

Branding adalah sesuatu yang dinamis, sehingga setiap perusahaan perlu melakukan adjustment secara berkala untuk dapat memastikan kegiatannya tetap on the track. Kegiatan branding bagi suatu perusahaan bersifat long term, karena kegiatan ini dilakukan untuk membangun persepsi di benak terget market terlebih dahulu. Jadi, dapat dikatakan pula bahwa branding adalah investasi masa depan.

Kegiatan branding bagi startup atau perusahaan pemula merupakan hal yang penting dan memiliki peran vital dalam kesuksesan pemasaran suatu produk atau jasa yang ditawarkan. Branding untuk startup bertujuan untuk membangun atau menghidupkan sebuah kisah nyata yang menarik dan memiliki makna sehingga mampu mengajak target market untuk lebih mengenali produk yang ditawarkan.

Tujuan branding untuk startup yang lainnya yaitu:

  • Memberi motivasi pada target market untuk membali produk atau menggunakan jasa yang ditawarkan.
  • Menciptakan loyalitas pengguna atau pelanggan.
  • Menyampaikan pesan atau informasi yang dimiliki terhadap brand tersebut.
  • Membangun kredibilitas.
  • Membangun ikatan emosional antara pelanggan dan perusahaan (brand).

Dari beberapa tujuan di atas, jelaslah bahwa kegiatan branding adalah kegiatan yang memiliki peran vital bagi perkembangan bisnis suatu perusahaan di masa depan.

2. Pentingnya Pemasaran untuk Startup

Pemasaran untuk startup merupakan salah satu hal terpenting yang perlu dipikirkan secara matang oleh para pelaku bisnis. Sebab, laku atau tidaknya produk bisnis atau jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan sangat bergantung dari strategi marketing yang dilakukan.

Ada dua jenis strategi pemasaran yang dapat diterapkan dan dilakukan oleh pelaku bisnis, terutama bagi startup atau perusahaan pemula. Dua strategi pemasaran tersebut dapat berupa pemasaran digital maupun pemasaran secara tradisional.

Pemasaran digital adalah strategi pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan teknologi digital. Sedangkan pemasaran tradisional adalah strategi pemasaran yang dilakukan tanpa melalui media digital. Baik pemasaran digital maupun tradisional, keduanya merupakan strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh perusahaan guna meningkatkan penjualan dari setiap produk bisnis yang dimiliki.

Strategi Branding dan Pemasaran untuk Startup

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, bahwa branding dan pemasaran untuk startup merupakan dua hal yang saling berkaitan dan sangat penting bagi perkembangan suatu perusahaan. Untuk melaksanakan kegiatan branding dan pemasaran, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan agar target market terpikat dengan produk yang kita tawarkan dan memutuskan untuk membeli produk tersebut.

Berikut ini beberapa strategi branding dan pemasaran untuk startup:

1. Strategi Branding untuk Startup

Branding merupakan rangkaian yang dilakukan untuk melahirkan sebuah brand. Sebuah perusahaan harus melakukan penelitian dan melakukan pemetaan peluang agar dapat mengetahui kebutuhan teraktual target market. Setelah mendapatkan hasil dan melakukan pemetaan peluang, perusahaan dapat melakukan penembatan brand atau brand positioning yang efektif.

Ada beberapa metode yang dapat untuk melakukan brand positioning. Beberapa metode tersebut yaitu:

  • Product attributes model, yaitu metode yang digunakan untuk menemukan sebuah atribut dari sekian banyak atribut yang dimiliki sebuah produk.
  • The “Surrogate” positioning, yaitu mengkomunikasikan atribut produk tanpa harus menjabarkan atau menjelaskannya.
  • Brand personality, yaitu kepribadian utama sebuah brand. Strategi ini lebih berorientasi kepada konsumen, dan dimensinya berasal dari survey konsumen berskala besar.
  • Personal repertory grid, yaitu metode yang dibangun berdasarkan kerangka pemikiran bahwa tiap individu hidup dalam realitas subjektif mereka. Dan pemahaman seseorang tentang sesuatu diperoleh dengan cara membandingkannya dengan hal lain yang sudah mereka pahami sebelumnya.

2. Strategi Pemasaran untuk Startup

Dalam sebuah kegiatan pemasaran, ada beberapa tingkatan funnel yang dapat menciptakan terjadinya proses pembelian oleh target market. Mulai dari lower funnel, middle funnel, hingga upper funnel. Untuk menciptakan funnel pemasaran, bagi pelaku startup perlu memperhatikan beberapa aspek dari customer journey.

Adapun aspek tersebut terdiri dari beberapa proses:

  • Beginning proses, yaitu katika user melihat iklan produk dari brand.
  • Middle proses, yaitu ketika user bisa mencari informasi tentang brand.
  • End proses, yaitu ketika user mampu memutuskan untuk membeli produk dari brand tersebut.

Selain menggunakan iklan untuk strategi pemasaran, bagi startup juga dapat menggunakan strategi “art of marketing” yang dapat meminimalisir budget pengeluaran untuk pemasaran.

Menurut Prof. Jonah Berger ada beberapa prinsip “art of marketing” disingkat dengan STEPPS. STEPPS yaitu Social Currency, Triggers, Emotion, Public, Practical Value, dan Stories.

Related Post :