Cerita Saham: TLKM Cuan Hingga Double Digit, Indeks BUMN Syariah Rilis

  • 2 min read
  • Mei 01, 2021

Bekerja.id – Salah satu perusahaan naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nampaknya mencuri perhatain sepekan terakhir ini di bursa dalam negeri. Selain lahirnya khusus BUMN Syariah, kinerja Telkom (TLKM) juga mengalami peningkatan.

Pada Kamis(29/4) lalu, Bursa Efek Indonesia telah merilis indeks syariah tematik syariah yang berisi 17 saham BUMN masuk dalam daftar efek syariah. Indeks yang bernama IDS-MES BUMN 17 tersebut telah menambahkan indeks khusus saham BUMN ke bursa.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dilansir dari Bisnis.Com, IDX-MES BUMN 17 berada di posisi 102,79 pada perdagangan pertamanya. Indeks tersebut mengalami peningkatan sebesar 1,46 persen.

Selain itu, pada sesi terakhir perdagangan bursa hari jumat (30/4), IDX-MES BUMN rupaya harus terkoreksi sebesar 0,35 persen berada di posisi 102,436.

Sebelumnya sudah ada indeks khusus saham BUMN yaitu IDX BUMN 20. Indeks yang berisi 20 emitmen BUMN konvensional, juga mengalami koreksi hingga 2,78 persen diperdanganagn hari terakhir April 2021.

Dikutip dari laman Bisnis.Com, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI Ignatius Denny Wicaksono menyampaikan bahwa kehadiran BRIS membuat warna baru bagi jajaran BUMN syariah.

Pihaknya menaruh harapan penuh adanya rencana kedatangan saham-saham baru dari perusahaan BUMN kedepannya bisa diseleksi menjadi anggota Indeks IDX-MES BUMN 17. Hingga saat ini sudah ada 14 BUMN berecana untuk melakukan Initial Public Offering (IPO).

TLKM yang Cuan Double Digit

Selain punya indeks baru di bursa, ternyata salah satu emitmen BUMN juga mencetak kinerja yang cemerlang. PT Telkom Indonesia Tbk. (TLK) mencetak keuntungan bersih hingga double digit.

Berdasarkan laporan keuangan Desember 2020, keuntungan tahun berjalan yang bisa diatribusikan kepada pemilik entitas induk TLKM tercatat naik sebesar 11,46 persen secara year-on-year (yoy), menjadi Rp20,80 triliun. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, perolehan keuntungan hanya mencapai Rp18,66 triliun.

Selain itu, TLKM juga berhasil memperoleh pertumbuhan pendapatan sebesar 0,66 persen atau sekitar Rp136,46 triliun (yoy).

Sepanjang 2020, meningkatnya permintaan layanan internet IndiHome memicu terjadinya peningkatan kinerja TLKM. Diketahui sepanjang tahun 2020, demand IndiHome mengalami peningkatan lebi dari 1,01 juta pelanggan.

Hingga akhir tahun 2020, pelanggan IndiHome naik 14,5 persen (yoy), menjadi 8,02 juta pelanggan. Tidak hanya itu saja, layanan IndiHome menjadi kotributor utama pendapatan TLKM yaitu sebesar 21,2 persen atau sebesar Rp22,2 triliun.

Bahkan, anak usaha Telkom yaitu Telkomsel juga mencatatkan kenaikan jumlah trafik data hingga 43,8 persen sepanjang 2020. Selain itu, pendapatan dari segemen Digital Business Telkomsel juga mengalami peningkatan hingga 63,9 persen dari tahun sebelumnya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *