Dampak Negatif Cashless Society

  • Iwan
  • May 29, 2022

Bekerja.id – Pesatnya perkembangan teknologi telah mempengaruhi banyak aspek bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah aspek finansial. Yaitu dengan munculnya cashless society.

Cashless society adalah aktivitas transaksi keuangan tanpa menggunakan uang tunai. Akan tetapi, transaksi pembayaran ini dilakukan dengan menggunakan kartu, baik kartu kredit, kartu debit, maupun payment gateway. Munculnya cashless society memberikan dampak positif dan kemudahan bagi masyarakat.

Adanya fenomena cashless society ini mendukung seseorang untuk mengurangi transaksi tunai. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai yang tentu akan mengurangi kemungkinan terjadinya pencurian dompet, mengurangi ketidaknyamanan karena membawa uang tunai terlalu banyak, dan mengurangi terjadinya transaksi uang palsu yang marak beredar.

Meski demikian, kehadiran cashless society juga dapat membetikan dampak negatif apabila tidak dapat memanfaatkan fenomena ini. Apa saja dampak negatif cahsless society yang dapat menjerat kita? Berikut kami tuliskan ulasannya!

Dampak Negatif Cashless Society yang Sering Tidak Disadari

Cashless society sejatinya sangat memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Namun, fenomenia ini juga memberikan dampak negatif yang cukup serius apabila penggunaannya tidak terkontrol. Sehingga dampak negatif cashless society yang ada sering tidak disadari oleh kebanyakan orang.

Berikut ini empat dampak negatif cashless society yang sering tidak disadari:

1. Kehilangan Kartu untuk Transaksi

Salah satu instrumen metode cashless yang sering digunakan oleh masyarakat adalah menggunakan kartu debit atau kartu kredit.

Di antara risiko yang rentan terjadi dari penggunaan instrumen kartu ini adalah hilangnya kartu tersebut. Kehilangan kartu debit atau kredit tentu merupakan suatu bahaya yang besar. Apalagi jika saldo yang tersimpan di dalam kartu tersebut cukup besar, dan kartu yang kamu miliki tidak sengaja hilang.

Kehilangan kartu debit atau kredit tentu menyulitkan setiap orang untuk melakukan pelaporan terhadap bank terkait. Apalagi jika terjadi dalam posisi buru-buru. Oleh karena itu, pastikan kembali bahwa kartu instrument cashless ini tersimpan dengan baik.

Atau beralihlah dengan menggunakan layanan keuangan berbasis QR atau QRIS yang dapat kamu gunakan melalui smartphone Anda. Sehingga untuk melakukan pembayaran Anda cukup melakukan scan kode pembayaran di tempat belanja pilihanmu.

2. Rentan Terjadi Cyber Crime

Perkembangan teknologi yang merambah ke aspek finansial bukan berarti menjamin akan adanya keamanan yang maksimal dari praktik tersebut. Metode cashless society justru dapat menjadi ancaman bagi keamanan financial Anda.

Para pelaku cyber crime dapat dengan mudah meretar beberapa instrumen pendukung cashless metode. Salah satunya dilakukan dengan praktik skimming. Skimming yaitu sebuah kejahatan perbankan yang dilakukan dengan cara mencuri data dari kartu debit maupun kartu kredit untuk menarik dana yang tersimpan di rekening.

3. Mendorong Seseorang Menjadi Lebih Boros

Kehadiran cashless society tentu mambuat setiap orang semakin jarang menyimpan uang tunai dalam bentuk fisik.

Ketika seseorang melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan uang fisik, tentu secara tidak langsung akan mengetahui jumlah uang tersisa yang dimiliki. Sedangkan jika menggunakan metode cashless, meskipun sudah mengetahui telah mengeluarkan uang, namun transaksi tersebut tidak terjadi secara fisik, sehingga seseorang akan acuh terhadap sisa saldo yang dimiliki.

Hal ini tentu mengakibatkan berkurangnya kesadaran akan managemen finansial, sehingga akan muncul kecenderungan untuk terus melakukan transaksi dan menghabiskan uang. Tentunya, perilaku ini akan berujung pada pemborosan yang tidak terkontrol.

4. Menimbulkan Kebiasaan Hutang

Dampak negatif cahsless society yang terakhir adalah menimbulkan kebiasaan hutang. Timbulnya kebiasaan hutang dari fenomena ini terjadi karena tingkah laku dari penngguna itu sendiri, terlebih bagi pengguna kartu kredit.

Penggunaan kartu kredit sebagai instrumen pembayaran menyebabkan seseorang secara tidak sadar melakukan transaksi secara terus menerus, sehingga seseorang tidak dapat mengontrol uang yang saat ini dimiliki. Apalagi jika salah langkah dalam menggunakan layanan tersebut, tagihan dan bunga yang ada bisa membengkak dan menjerat pelakunya.

Oleh karena itu, hadirnya teknologi yang ada harus disikapi lebih bijak disertai dengan managemen emosi dan finansial. Sehingga kita tidak terjerat kasus-kasus sebagaimana yang terlampir dalam dampak negatif cashless society di atas.

Demikianlah empat dampak negatif cashless society yang semestinya kita hindari agar tidak terjadi pada diri pribadi.