Kala Miliarder Amerika Paling Mujur Selama Pandemi

  • Iwan
  • Dec 27, 2020

Bekerja.id, JAKARTA – Adanya pandemi Covid-19 membuat beberapa negara mengalami kesulitan untuk mengatur perekonomian negara, namun hal ini berbeda jika dibandingkan pebisnis Amerika bahkan adanya pandemi covid-19 bisa meningkatkan kekayaannya.

Selain itu pebisnis Amerika juga memanfaatkan kebiasaan orang melakukan pekerjaan secara online, hal ini membuat pemasukan perusahaan dibidang teknologi akan semakin meningkat. Selain itu industri e-commerce juga diuntungkan dengan adanya pandemi Covid-19 dengan penjualan e-commerce yang semakin meningkat.

Para miliarder Amerika Serikat hadapi tahun yang sangat gemilang pada 2020 ketimbang dengan negeri besar yang lain, di tengah pukulan pandemi Covid- 19 sampai pergolakan politik.

Beberapa konglomerat paling tajir di dunia sukses mengumpulkan pundi- pundi kekayaan mereka lantaran terdongkrak pasar saham.

Forbes memperkirakan jika lebih dari 2. 200 miliarder di dunia secara kolektif jadi lebih kaya sampai US$1, 9 triliun pada tahun 2020. Menurut perhitungan Forbes menggunakan harga saham dari Jumat 11 Desember, miliarder dunia diperkirakan mempunyai kekayaan US$11, 4 triliun.

Ada pula nilai kekayan tersebut secara kolektif bertambah 20 persen bila dibanding dengan tahun lalu.

Para miliarder Amerika, secara totalitas yang terdiri lebih dari 600 miliarder AS mempunyai total kekayaan US$4 triliun, dengan peningkatan keuntungan sebesar US$560 miliyar semenjak awal tahun, dibantu oleh pasar saham yang memecahkan rekor.

Seperti diketahui, indeks S&P 500, terletak di tingkat paling tinggi sepanjang masa, alias naik 13 persen tahun ini walaupun terdampak oleh pandemi Covid- 19 semenjak Maret. Ada pula, indeks Nasdaq malahan naik sampai 38 persen pada periode yang sama.

Kendati begitu, tidak ada seseorang pun di dunia yang sanggup lebih‘ bersinar’ dibanding Elon Musk, yang kekayaannya sudah berkembang sebesar US$110 miliyar tahun ini jadi hampir US$137 miliyar. Perolehan tersebut menjadikannya orang terkaya ketiga di dunia.

Lonjakan tersebut berasal dari meroketnya saham Tesla Motors, yang sudah menggelembung sebesar 630 persen. Peningkatan itu sudah dipicu oleh investor yang sangat bullish dan kenyataan kalau produsen mobil listrik itu bakal ditambahkan ke indeks S&P 500 pada 21 Desember.

Sementara itu, orang terkaya di dunia ialah Jeff Bezos, dapat dibilang sukses mempertahankan kegemilangannya semenjak tahun tahun kemudian.

Bezos, yang mempunyai kekayaan US$182 miliyar, jadi lebih kaya US$67, 5 miliyar pada 2020 berkat meningkatnya saham Amazon. Pergerakan kebiasaan orang buat belanja dari rumah mendongkrak aplikasi belanja online melejit.

Ada pula, dikala para taipan AS jadi kabar utama karna kekayaan mereka yang bertambah, miliarder Cina pula diam- diam tetap sukses memupuk kekayaan mereka. Kekayaan miliarder di Cina tetap berkembang kendati negeri tersebut pernah memberlakukan ketentuan lockdown yang ketat sesudah jadi episentrum pandemi Covid- 19.

Indeks CSI 300, yang melacak 300 industri terkemuka Cina, alami peningkatan 19 persen tahun ini. Peningkatan indeks tersebut menopang miliarder Cina menambahkan total US$750 miliyar ke total kekayaan bersih mereka pada 2020.

Secara keseluruhan, 400 miliarder Cina mempunyai total kekayaan US$2 triliun. Jumlah itu belum terhitung 67 miliarder Hong Kong, yang kekayaannya bertambah secara kolektif US$60 miliyar, jadi total US$ 380 miliyar.

Peningkatan kekayaan miliarder Cina pula dibantu oleh beberapa aksi penawaran universal perdana di pasar saham( initial public offering/ IPO). Sebut saja, industri air kemasan Nongfu Spring, yang go public di Hong Kong pada bulan September.

Aksi korporasi tersebut bisa mengangkat kekayaan pendiri Zhong Shanshan jadi US$ 62, 5 miliyar, alias naik dari US$2 miliyar pada awal tahun.

Peraih keuntungan besar dari Cina yang lain termasuk Colin Zheng Huang, Chairman Pinduoduo, yang kekayaannya naik US$32, 4 miliyar tahun ini jadi US$52 miliyar serta salah satu pendiri Alibaba Group Jack Ma, yang

kekayaan naik US$18, 9 miliyar jadi US$61, 7 miliyar. Jack Ma tetap sukses mengerek kekayaannya terlepas dari batalnnya IPO yang direncanakan Alibaba kepada anak usahanya yaitu Ant Group.

Selanjutnya, para miliarder Prancis mencatat peningkatan kekayaan terbanyak ketiga tahun ini. Alasannya, 40 orang superkaya di negeri itu mempunyai kekayaan US$500 miliyar. Angka tersebut bertambah dibanding dengan tahun lalu yang menggapai US$95 miliyar.

Lebih dari setengah kenaikan itu cuma berasal dari 2 pemenang besar semacam titan barang modern Bernard Arnault serta pewaris LOréal Francoise Bettencourt Meyers.

Saham LVMH Arnault, yang mempunyai merk semacam Louis Vuitton, Hennessy, Bvlgari, serta Christian Dior sudah naik 30 persen tahun ini. Sehingga, membuat Arnault masuk catatan orang terkaya kedua di dunia, lebih kaya US$35 miliyar dibandingkan tahun lalu.

Saham LOréal naik 25 persen menyokong menaikkan US$14 miliyar untuk kekayaan Bettencourt Meyers. Ia jadi pewaris tahta bisnis dari mendiang ibunya Liliane Bettencourt, pendiri LOréal.

Pasti saja, tidak seluruh miliarder negeri jadi lebih kaya. Di Brasil yang sudah lama berjuang untuk membebaskan diri dari tekanan ekonomi, kekayaan miliardernya wajib terkoreksi, salah satunya tercermin dari Indeks Bovespa turun kurang lebih 3 persen dari tahun lalu.

50 miliarder negeri itu mencatatkan nilai kekayaan US$13 miliyar. Tentang itu pula diperparah oleh melemahnya mata uang Brasil terhadap dolar AS.

Di Thailand, di mana indeks SET turun kurang lebih 7 persen, kekayaan 30 miliarder negeri tersebut turun US$ 6 miliyar secara totalitas.

Di sisi lain, walaupun tahun ini diwarnai oleh beberapa gejolak, ada miliarder baru bermunculan. Para miliarder itu antara lain termasuk Jared Isaacman dengan bisnis jet tempurnya, sineas Hollywood Tyler Perry dan Stéphane Bancel, CEO industri biotek Moderna, yang lagi mengembangkan vaksin Covid- 19.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published.