Pengaruh Minat Tesla Terhadap Indeks S&P 500

  • 1 min read
  • Dec 22, 2020

Bekerja.id, JAKARTA – Kabar pasar modal AS, Pada Senin (21/12/2020) terkait dengan Tesla Inc (TSLA) sebagai emiten produsen kendaraan ramah lingkungan akan resmi masuk ke dalam indeks S&P 500.

Indeks S&P 500 adalah indeks yang memuat saham 500 perusahaan terbuka paling besar di AS. Selain itu indeks ini bisa menjadi acuan bagi pasar global, sebab indeks tersebut bisa menjadi gambaran pasar modal di AS.

Pada akhir perdagangan Jumat (18/12), Tesla mengalami peningkatan sebesar 39,1 poin atau 5,96 persen menuju angka US$695. Faktor ini yang menjadikan saham Tesla semakin diburu beberapa waktu lalu.

Saham Tesla mengalami kenaikan atau menguat 18,8 persen dari posisi US$584,76 pada Desember 2020. Selain itu secara tahun (year to date/ytd) saham tesla mengalami peningkatan sebesar 707,6 persen dari posisi US$86,05.

Peningkatan kapitalisasi pasar US$527,033 membuat Tesla berada pada urutan lima besar di S&P 500. Mereka hanya kalah dari nama-nama besar seperti Amazon, Facebook, Apple, Microsoft.

Menurut Kepala Divisi Strategi Pasar Chaikan Analytics and Russo menilai bahwa wajar apabila sentimen ini masuk dalam saham Tesla ke S&P 500 sehingga membuat pergerakan kaptalisasi perusahaan Tesla yang dipimpin Elon Musk tersebut.

Pada pekan lalu Tesla mencatatkan jual beli saham lebih dari 200 juta transaksi. Jumlah tersebut lebih besar 4 kali lipat jika dibandingkan dengan rata-rata transaksi harian saham tesla yang tak mencapai 50 juta transaksi dalam sebulan terakhir.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published.