Pengertian Manajemen Rantai Pasok dan Contohnya dalam Bisnis

  • 3 min read
  • Aug 28, 2021

Bekerja.id – Manajemen rantai suplai adalah bagian penting dari pengaturan produk perusahaan untuk memahami kebutuhan customer. Rantai suplai berisi informasi kunci bagi perusahaan untuk menentukan bagaimana suatu produk dijual sehingga penyesuaian bisa dilakukan untuk memberikan keuntungan konsumen dalam penghematan biaya dan nilai produk.

Perusahaan yang memperhatikan rantai suplai mereka bisa menaikkan keuntungan mereka dan jadi lebih baik dalam memenuhi kebutuhan konsumen mereka.

Dalam artikel ini, kami menjelaskan apa yang dimaksud rantai pasok, bagaimana rantai pasok itu diatur, dan bagaimana rantai pasok berhubungan dengan customer.

Apa itu Manajemen Rantai Pasok

Manajemen rantai pasok atau supply chain management adalah proses memantau perubahan bahan baku menjadi produk akhir. Rantai suplai terdiri dari jaringan penyuplai dan perusahaan yang menempatkan produk dari bahan mentah ke komoditas jadi.

Mengatur rantai pasokan melibatkan pengontrolan barang dan jasa lewat produksi, pengembangan dan distribusi. Manajemen rantai suplai usaha untuk memenuhi permintaan produk dan mengoptimalkan nilai konsumen.

Supply chain management meliputi dua area suplai utama: aliran fisik dan aliran informasi.

Aliran fisik melibatkan perubahan bahan jadi produk, pergerakan produk ke sarana penyimpanan dan distribusi akhir produk.
Aliran informasi melibatkan pengumpulan data untuk mengoordinasikan ide produk jangka pendek dan jangka panjang.
Ini membantu dalam mengawasi jumlah barang naik dan turun dalam rantai suplai untuk menentukan praktik terbaik dan tentukan strategi utama untuk pertumbuhan dan profitabilitas.

Beberapa industri yang memanfaatkan supply chain management diantaranya:

  • Otomotif
  • Penerbangan
  • Barang retail dan konsumen
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Minuman dan makanan

Mengapa Manajemen Rantai Pasok Penting?

Mengatur rantai pasokan mempunyai tujuan untuk mencapai beberapa fungsi berbeda untuk membawa produk ke hadapan pelanggan. Supply chain management berperan untuk memenuhi tujuan yang memberikan keuntungan baik untuk konsumen atau perusahaan, diantaranya:

  • Peningkatan efisiensi
  • Mengurangi biaya
  • Tingkat produksi yang bertambah
  • Keuntungan yang bertambah

Bagaimana Cara Kerja Manajemen Rantai Pasok?

Supply chain management bekerja dengan memahami kebutuhan konsumen untuk menyesuaikan ide berdasarkan informasi tersebut. Management supply menghubungkan produksi dengan pengiriman dan distribusi produk dari awal sebagai bahan baku sampai produk akhir dikirim ke pelanggan.

Manajemen rantai pasokan mengatur inventori internal dan vendor untuk menyesuaikan dengan penjualan waktu dulu dan masa depan serta memastikan kebutuhan pasokan.

Manajemen rantai pasok yang terencana dengan baiak akan capai tujuan produksi dan penjualan misalnya:

1. Menyesuaikan rencana berdasarkan kebutuhan atau tuntutan pelanggan

Ini melibatkan penilaian beberapa faktor seperti penjualan dan inventori untuk meningkatkan kekuatan pertumbuhan dan pemakaian sumber daya. Manajer bisa memastikan tujuan untuk meningkatkan penjualan atau mengurangi persediaan untuk menghemat uang dan sumber daya.

2. Memastikan logistik ke konsumen dan merumuskan rencana untuk memaksimalkan distribusi

Logistik melibatkan pemakaian lokasi utama untuk menampung produk sampai distribusi lewat jaringan lokal yang lebih kecil. Manager rantai pasok mengumpulkan data untuk menganalisa trend atau peralihan angin-anginan dan bagaimana dampaknya pada distribusi.

3. Meningkatkan strategi untuk mengalihdayakan bidang-bidang utama

Strategi dirancang dengan menilai seluruh proses untuk mengaplikasikan teknik penghematan biaya seperti outsourcing manufaktur. Marketing dan distribusi bisa dimonitor dengan lebih bagus jika proses ini ditaruh di perusahaan atau mungkin dengan memanfaatkan bisnis lokal. Manajer mewakilkan tanggung jawab untuk memenuhi keinginan dan menekan biaya.

4. Menganalisa data untuk memberikan dukungan proses pengambilan keputusan dan memahami kebutuhan pelanggan

Kumpulkan informasi membantu mengenali area kekurangan dan menaikkan praktik untuk meningkatkan nilai untuk perusahaan dan konsumen. Data memberi wawasan berharga mengenai pemakaian dan keinginan produk konsumen sehingga manager bisa membuat strategi hemat biaya tanpa mempertaruhkan kualitas atau kepuasan konsumen.

Contoh Kasus dalam Pengelolaan Rantai Pasokan

Manajemen rantai pasok bisa beragam dari perusahaan ke perusahaan dan akan bergantung pada produk serta konsumen. Anda bisa memantau contoh rantai pasokan berikut agar semakin mengerti cara pengelolaannya:

Contoh pada supermarket

Jaringan supermarket lokal membawa banyak produk dari berbagai produsen. Supermarket mengatur persediaan dan distribusi mereka untuk menyiapkan makanan fresh, produk kaleng dan kotak serta beberapa barang farmasi konsumen.

Tiap item berasal dari tempat lain dan manajer rantai pasokan memantau dari mana produk itu berasal, seberapa banyak produk yang ada di gudang pusat dan produk yang mana ada di rak toko.

Langkah-langkah dalam rantai pasokan supermarket mengikuti rute:

Pemilihan produk akan dikirim ke gudang mana berdasarkan kebutuhan pelanggan dan permintaan sekarang ini. Manajer rantai suplai mengamati permintaan untuk perubahan yang mungkin muncul karena perubahan musim atau tempat.
Distribusi diatur supaya barang meninggalkan gudang pusat dan datang di gudang lokal supermarket. Manajer pasokan memastikan gudang lokal mana yang disuplai berdasarkan inventori dan proyeksi penjualan.
Distribusi berlanjut dari gudang lokal supermarket ke rak toko. Manager membuat keputusan stok berdasarkan data sekarang ini dan masa lalu yang menunjukkan apa yang dijual dan apa yang tidak.

Kesimpulan

Itulah ulasan lengkap dan contoh tentang manajemen rantai pasok yang akan bermanfaat, bila Anda pemilik bisnis yang memproduksi suatu barang atau jual sesuatu.

Pengelolaan rantai pasok yang bagus akan membuat Anda meminimalkan kerugian karena penyimpanan stok terlalu lama dan tidak sesuai permintaan konsumen. Data historis penjualan Anda sebelumnya menjadi sumber terbaik bagi Anda untuk memastikan menambah atau mengurangi persediaan yang akan Anda jual.

Dengan demikian, tidak ada persediaan yang terbuang atau disimpan terlalu lama di gudang karena Anda memastikan berdasarkan data yang faktual pada bisnis.