Prinsip Ergonomis dalam Pembuatan Produk

  • Iwan
  • Apr 15, 2022

Bekerja.id – Ergonomis merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia yang berkaitan dengan pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari. Atau dapat dikatakan pula bahwa ergonomis adalah studi mengenai hubungan antara manusia dengan mesin, berdasarkan data yang diperoleh dai bidang engineering, biomekanika, fisiologi, antropologi, dan psikologi.

Menurut OSHA, ergonomis adalah praktek yang digunakan dalam proses desain peralatan dan rincian pekerjaan sesuai dengan kapabilitas pekerja sesuai dengan tujuan untuk mencegah cidera pada pekerja.

Sedangkan menurut International Ergonomic Association, ergonomis adalah suatu studi anatomi, fisiologi, dan aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerja yang berkenaan dengan efisiensi, kesehatan, keselamatan, serta kenyamanan. Baik ketika berada di lingkungan pekerjaan, maupun di lingkungan keluarga.

Ergonomis juga sering disebut sebagai Human Factor Enggineering, yaitu proses penerapan ilmu pengetahuan yang lebih menitik beratkan rancangan fasilitas peralatan, dan perkakas dengan perntukan tugas yang sesuai dengan bentuk, karakteristik, anatomi, fisiologi, biomekanik, persepsi, serta sikap dan kebiasaan manusia.

Namun, apabila ditinjau dari bidang desain atau pembuatan produk, ergonomis adalah ilmu terapan yang menjelaskan tentang kelebihan dan keterbatasan manusia secara sistematis. Kegiatan ini dilakukan dengan memanfaatkan berbagai data dan informasi yang telah dimiliki.

Sehingga, produk yang dihasilkan akan menjadi lebih baik, efektif, aman, dan juga nyaman. Jadi ilmu ergonomis merupakan bidang penyelarasan antara produk dengan kebutuhan tubuh manusia.

Dari berbagai uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pusat dari ergonomis adalah manusia. Konsep ergonomi muncul karena adanya kesadaran dan keterbatasan kemampuan, dan kapabilitas manusia dengan tujuan mencegah cidera, meningkatakan produktivitas, efisiensi, dan kenyamanan yang dibutuhkan penyerasian antara lingkungan kerja dan pekerjaan.

Prinsip Ergonomis dalam Pembuatan Produk dan Contohnya

Untuk menciptakan suatu produk yang memiliki nilai, tentu harus mengedepankan berbagai nilai dan prinsip-prinsip ergonomis. Di antara prinsip-prinsip ergonomis adalah kegunaan, keamanan, kenyamanan, keluwesan, dan kekuatan.

Untuk lebih jelasnya tentang prinsi-prinsip ergonomis dalam pembuatan produk, berikut kami tuliskan lima prinsip ergonomis dan contohnya:

1. Prinsip Kegunaan atau Utility

Di antara prinsip ergonomis dalam pembuatan produk adalah prinsip kegunaan atau utility. Prinsip ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh seseorang dalam mendukung berbagai aktifitas. Mulai dari kegunaan, atau kebutuhan seseorang secara maksimal tanpa mengalami kesulian atau masalah yang ditemui saat menggunakannya.

Sebagai contoh:

Pakaian kemeja, didesain dengan diberi kancing. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan seorang pemakai dalam mengenakan dan melepaskan kemeja tersebut.

2. Prinsip Keamanan atau Safety

Prinisp ergonomis berikutnya adalah prinsip safety atau keamanan. Prinsip ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan dan dimanfaatkan tanpa adanya resiko yang bisa membahayakan keselamatan dan juga menimbulkan kerugian bagi si pengguna.

Contoh prinsip keamanan:

Saku celana didesain dengan ditambahkan kancing sebagai pengait tutup saku celana tersebut. Hal ini dimaksudkan agar benda yang tersimpan pada saku celana tersebut tidak mudah terjatuh.

3. Prinsip Kenyamanan atau Comfortability

Prinsip ergonomis terkait kenyamanan atau comfortability merupakan prinsip yang bertujuan untuk menghasilkan produk agar dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dan memberikan kenyamanan. Selain itu, prinsip kenyamanan juga diterapkan untuk mengurangi masalah yang ada saat digunakan ketika beraktifitas, bahkan didesain agar dapat mendukung aktifitas atau kegiatan seseorang.

Contoh prinsip kenyamanan:

Desain produk suatu pakaian, baik celana atau kemeja disesuaikan pemilihan bahanya. Bahan kain yang digunakan untuk membuat pakaian tersebut dipilih yang seratnya lembut, sejuk, dan juga dapat menyerap keringat.

4. Prinsip Keluwesan atau Flexibility

Prinsip ini diterapkan dalam membuat produk, guna menghasilkan produk yang sebisa mungkin dapat digunakan untuk melakukan berbagai kebutuhan pada bermacam kondisi. Dengan kata lain produk yang dihasilkan ialah multifungsi.

Contoh prinsip keluwesan:

Desain pakaian atau celana, ditambahkan dengan asesoris semisal saku. Hal ini bertujuan agar pakaian atau celana yang dipakai dapat digunakan untuk menyimpan bendan-benda kecil seperti ballpoint, uang kertas, kartu debit, dan semisalnya.

5. Prinsip Kekuatan atau Durability

Prinsip ergonomis yang digunakan dalam pembuatan produk yang terakhir adalah prinsip kekuatan atau durability. Prinsip durability merupakan prinsip yang diterapkan dengan tujuan produk yang dihasilkan awet dan tahan lama, serta tidak mudah rusak apabila digunakan.

Contoh prinsip kekuatan:

Proses pembuatan pakaian atau celana, selain menggunakan bahan yang nyaman juga menggunakan bahan yang kuat. Kemudian proses penjahitan pakaian tersebut juga harus dengan kualitas yang kuat dan baik. Hal ini dimaksudkan agar pakaian lebih awet dan tahan lama.

Demikianlah penjelasan mengenai prinsip-prinsip ergonomis dalam pembuatan produk, beserta dengan contohnya. Semoha informasi di atas dapat bermanfaat, dan menambah wawasan pembaca sekalian.

Related Post :