Saham BBCA & BBRI Menguat, Asing Borong Sektor Perbankan

  • Whatsapp

Bekerja.id, – Pada awal 2021, saham-saham perbankan mulai mencatatkan rekor tertingginya. Pada pembukaan hari ini (12/1/2021) PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mulai mecatatkan rekor tertingginya berada pada level Rp36.900 sejak awal tahun 2021, kemudian bank plat merah terbesar di Indonesia mulai menyusul.

Selasa (12/1/20021), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) mulai mencatatkan rekor tertinggi setelah melewati level Rp4.770 per lembar.

Harga saham perbankan mulai meningkat seiring dengan banyaknya modal asing yang masuk. Pada perdagangan tahun ini, investor asing sudah masuk dalam Bursa Efek Indonesia sebesar Rp5,85 triliun. Kondisi ini berbeda jika dibandingkan dengan tahun lalu, dimana dana asing bergerak keluar.

Bahkan pada perdagangan kemarin, dana asing sudah masuk sebesar Rp2 triliun. Berlakunya PSBB hari ini di sejumlah wilayah Jawa-Bali, membuat setengah perdagangan asing mulai membanjiri pasar modal dengan nilai Rp455 miliar.

IHSG mulai bergerak kisaran 6.353.30 hingga 6.435,9. Total transaksi perdangangan tembus 18,71 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp15,37 triliun.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menjadi saham paling diincar investor asing. Investor asing mulai mecatatkan net buy Rp372 miliar pada saham BBRI, sehingga membuat saham BBRI ditutup menguat ke level 4.720 atau sekitar 1,51 persen.

Selain itu Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Bank Central Asia Tbk juga mengalami hal yang sama, menjadi sasaran beli investor asing. Saham BCA mencetak net buy Rp37,2 miliar sedangakan Saham BMRI mencetak senilai 76,7 miliar. Saham BCA ditutup melemah ke posisi level 36.150 atau 1,57 persen sedangkan Saham BMRI menguat ke level 6.075 atau 1,82 persen.

Selain itu, dari keseluruhan 44 emitmen perbankan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia, berdasarkan perhitungan dari harga 4 Januari – sesi I/12 januari atau  year-to-date (YTD) sebanyak 27 emitmen berada pada posisi zona hijau, sedangkan 4 perusahaan tetap stagnan, dan 12 diantaranya berada pada posisi zona merah.

Pada periode ini ada lima emitmen perbankan yang mengalami penguatan tertinggi antara lain PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. mengalami peningkatan sebesar 65,71 persen, Bank Mega Tbk. atau MEGA (43,84 persen), BRIS (27, 97 persen), AGRO (19,59 persen) dan BINA (16,55 persen).

Dari jumlah tersebut, tiga emitmen mengalami peningkatan tertinggi setelah terlibat aksi korporasi. BRIS sedang menyiapkan langkah merger untuk membentuk Bank Syariah Indonesia. Emitmen gabungan dari anak usaha syariah perbankan milik BUMN. BEKS juga telah menyelesaikan tambahan modal yang dilakukan oleh Pemda Banten, MEGA baru saja kedatangan Grup Salim dalam kepemilikannya.

Sementara itu masih ada tiga emitmen perbankan yang masih di zona merah terdalam jika dibandingkan dengan awal tahun sebelumnya adalah BBYB (-13,49 persen), MCOR (-6,91 persen), dan MAYA (-4,17 persen).

Pos terkait