Vaksin Covid-19 Siap Uji Klinis Oleh BPOM

  • Whatsapp

Bekerja.id, JAKARTA – Menanggapi arahan serta pernyataan dari Presiden Joko Widodo terkait pelaksanaan vaksinasi COVID-19 secara gratis bagi masyarakat Indonesia. Hal ini masih menunggu hasil uji klinis yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Muhadjir Effendi selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, mengatakan bahwa menunggu persetujuan dari BPOM sangat penting dilakukan demi menjamin keamanan dan efektivitas dari jenis vaksin tersebut sampai digunakan. Selain itu BPOM juga sebagai lembaga dibawah koordinasi Kemenko PMK.

Terdapat 6 (enam) jenis vaksin COVID-19 yang bisa digunakan di Indonesia berdasarkan Kepmenkes No. 01.07/MENKES/9860/2020 antara lain vaksin dari PT Bio Farma (Persero), Moderna, Pfizer Inc. and BioNTech, AstraZeneca, Sinopharm dan Sinovac Biotech Ltd.

Muhadjir menjelaskan bahwa BPOM harus memastikan sejauh mana vaksin tersebut dapat meningkatkan imunitas dan apakah imunitas yang ditingkatkan oleh vaksin tersebut dapat menangkal virus. Bisa jadi tutrnya, vaksin tersebut bisa meningkatkan imunitas namun daya tahan tubuh belum tentu mampu menangkal virus.

Dalam memvaksinasi kita tidak mungkin hanya sekedar aman tapi tidak efektif, apalagi tidak aman dan tidak efektif. Jadi keputusan ini berada di BPOM atau bisa kita sebut Emergency Use Authorization,” Ujar Menko PMK.

Lucia Rizka Andalusia selaku Direktur Registrasi Obat BPOM menerangakan bahwa Emergency Use Authorization ini memiliki arti persetujuan terkait penggunaan obat dalam keadaan darurat kesehatan masyarakat dengan mempertimbangkan efektivitas dan faktor keamanan. Hal ini berlaku juga untuk izin edar vaksin COVID-19.

Ia pun meyakinkan bahwa untuk pemberian izin penggunaan obat maupun vaksin dalam kondisi darurat kesehatan masyarakat, BPOM terus mengedapankan prinsip kehati-hatian dalam uji klinis tersebut. Selain itu juga kita tidak bisa mengandalkan satu jenis vaksin saja dalam mengatasi pandemi COVID-19 saat ini.

Vaksin yang digunakan saat ini ini semuanya bagus terdapat enam jenis vaksin, misalanya Pfizer sudah digunakan oleh beberapa negara bahkan Pfizer mempunyai efektivitas di atas 90 persen. Namun kita juga tidak bisa hanya mengandalkan satu vaksin saja, mungkin kedepannya akan ada jenis vaksin lain lagi,” ungkapnya.

Selain itu Rizka menegaskan, meskipun vaksin COVID-19 memperoleh izin, hal ini bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan protokol kesehatan 3M (Mencuci tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak).

Pos terkait